Saya benci perpisahan. Sama saja seperti melihat pelangi di pagi hari,
lantas menghilang kala siang menjelang. Ya, saya memang sedang
kehilangan. Seorang partner bekerja. Dia memang bukan yang pertama. Ada
sekian banyak perpisahan yang beberapa diantaranya membuat sedih.
Semuanya menyampaikan salam di hari terakhir kerja.
Hai, kawan tidakkah kalian merindukan saat-saat kala kita bergulir
bersama dalam waktu, bersama padatnya pekerjaan. Saat makan tempe
penyet atau nasi goreng bareng. Menuliskan semuanya di memori kita,
tentang kebersamaan, tentang persahabatan. Ah, bukan-bukan. Kau pasti
ingat kemarin kita duduk berdampingan mendiskusikan sesuatu bersama.
Saat itu kau tak bilang apa-apa. Bahkan kala ku berpamitan pulang di
separuh malam. Kau bahkan tak memanggilku kembali.
Saya benar-benar benci perpisahan…….