<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>onlysenja </title>
<link>http://onlysenja.multiply.com/</link>
<description>onlysenja = girl + 24 + media + sport + blue + black + white + book + coffee &#x3C;br&#x3E;Silahkan masuk.....&#x3C;br&#x3E;Ini rumah kedua saya setelah onlysenja.ngeblog.net, tidak ada beda antara rumah ini maupun rumah itu, semua saya cintai dengan setulus hati :p&#x3C;br&#x3E;Jika di luar hujan ato panas anda boleh mampir untuk sekedar bersantai&#x3C;br&#x3E;Jika di rumah ato di kantor banyak kerjaan duduklah di teras rumah saya untuk sekedar melepas lelah sambil ngopi &#x3C;br&#x3E;Jika ada yang ingin didiskusikan, rumah ini terbuka lebar &#x3C;br&#x3E;Jika ada yang dikeluhkan, rumah ini siap menampung&#x3C;br&#x3E;Jadi tunggu apa lagi?...... </description>
<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 15:10:05 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Sat, 28 Apr 2007 08:10:00 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>onlysenja </title>
<url>http://images.onlysenja.multiply.com/logo</url>
<link>http://onlysenja.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Benci Perpisahan</title>
<description>Saya benci perpisahan. Sama saja seperti melihat pelangi di pagi hari,
lantas menghilang kala siang menjelang. Ya, saya memang sedang
kehilangan. Seorang partner bekerja. Dia memang bukan yang pertama. Ada
sekian banyak perpisahan yang beberapa diantaranya membuat sedih.
Semuanya menyampaikan salam di hari terakhir kerja.&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;p&#x3E;Hai, kawan tidakkah kalian merindukan saat-saat kala kita bergulir
bersama dalam waktu, bersama padatnya pekerjaan. Saat makan tempe
penyet atau nasi goreng bareng. Menuliskan semuanya di memori kita,
tentang kebersamaan, tentang persahabatan. Ah, bukan-bukan. Kau pasti
ingat kemarin kita duduk berdampingan mendiskusikan sesuatu bersama.
Saat itu kau tak bilang apa-apa. Bahkan kala ku berpamitan pulang di
separuh malam. Kau bahkan tak memanggilku kembali.&#x3C;/p&#x3E;

&#x3C;p&#x3E;Saya benar-benar benci perpisahan&#x2026;&#x2026;.  &#x3C;/p&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://onlysenja.multiply.com/journal/item/6/Benci_Perpisahan</guid>
<pubDate>Sat, 28 Apr 2007 08:10:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Berbeda, boleh kan?</title>
<description>&#x3C;br&#x3E;IPDN (lagi-lagi) masih menjadi sorotan banyak pihak. Beragam solusi meluncur dari masyarakat. Tak terkecuali blogger yang menggalang petisi pembubaran IPDN. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para blogger yang sedang melakukan gerakan bawah tanah tersebut, namun saya&#x2014;jujur-- kurang setuju dengan solusi pembubaran (bukan dengan petisinya).&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pembubaran bagi saya&#x2014;maap-- adalah jalan keluar yang lari dari masalah. IPDN hanya label, hanya merek, sedangkan yang bobrok adalah sistemnya. Sistem ini bisa saja bermutasi ke dalam berbagai bentuk kehidupan yang lain. Tentu saja saya bukannya tidak sedih dan prihatin dengan korban-korban akibat kekerasan di IPDN. Kendati, belum menjadi ibu, toh saya sangat bisa merasakan bagaimana perihnya ditinggalkan seorang anak dengan jalan yang kurang wajar. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;IPDN itu kan tak lebih dari selimut, sedangkan yang harusnya dibenahi adalah apa di balik selimut itu alias sistem. Sistem belajar yang tidak egaliter, kurikulum yang mengekang kebebasan berpendapat, b...</description>
<guid isPermaLink="true">http://onlysenja.multiply.com/journal/item/5/Berbeda_boleh_kan</guid>
<pubDate>Sun, 22 Apr 2007 07:15:37 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>home...home...</title>
<description>&#x3C;p&#x3E;Kantor, 22.55 WIB&#x3C;/p&#x3E;
&#x3C;p&#x3E;&#x2026;&#x2026;.&#x3C;br&#x3E;
Pulang ke kotamu&#x3C;br&#x3E;
Ada setangkup haru dalam rindu&#x3C;br&#x3E;
Masih seperti dulu&#x3C;br&#x3E;
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna&#x3C;br&#x3E;
Terhanyut aku akan nostalgi&#x3C;br&#x3E;
Saat (kita) kami sering luangkan waktu&#x3C;br&#x3E;
Nikmati bersama&#x3C;br&#x3E;
Suasana Jogja&#x3C;br&#x3E;
&#x2026;&#x2026;..&#x3C;/p&#x3E;
&#x3C;p&#x3E;Saya sedang rindu&#x3C;br&#x3E;
Rindu Jogjakarta&#x3C;/p&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://onlysenja.multiply.com/journal/item/4/home...home...</guid>
<pubDate>Wed, 18 Apr 2007 04:56:31 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ada Apa Dengan IPDN?</title>
<description>Ada banyak pertanyaan dibalik kematian praja IPDN Clift Muntu. Salah satu pertanyaan pentingnya adalah mengapa sekolah yang bertugas mencetak aparatur negara tersebut menerapkan sistem pendidikan preman seperti itu. Apalagi, berbagai pukulan ngawur yang disinyalir merupakan bagian dari santapan sehari-hari seluruh praja tersebut sangat tidak mendidik, karena dalam olahraga keras full body contact-pun menendang bagian dada tidak diperbolehkan. Alih-alih bakal merubuhkan lawan, si pemukul malah bakal dikurangi nilainya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kemarin saya berkesempatan bertemu dengan alumni IPDN angkatan sekian bernama mister X. Dalam obrolan ringan ini sedikit terkuak mengapa kekerasan menjadi barang lazim dalam institut yang berkampus di Jatinagor tersebut. Situasi awal pendirian IPDN (nama sekolah ini berganti-ganti, kami sepakat menyebutnya IPDN, red.) sebenarnya tidak berjalan seseram sekarang ini. Pukulan dan beberapa latihan fisik memang ada karena hal itu dianggap sebagai salah satu sarana untuk menegak...</description>
<guid isPermaLink="true">http://onlysenja.multiply.com/journal/item/3/Ada_Apa_Dengan_IPDN</guid>
<pubDate>Tue, 10 Apr 2007 06:58:36 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>nagabonar jadi 2</title>
<description>Ini adalah film tentang cinta, nasionalisme, hubungan ayah-anak, dan
religiusitas. Komedia satir yang mengharukan. Ada banyak bagian di film
ini yang bakal membuat anda meneteskan air mata dan beberapa
diantaranya terbahak-bahak. Adegan saat Nagabonar melakukan monodialog
di depan patung Jenderal Sudirman di salah satu ruas Jakarta
membuat&#x2014;entah mengapa&#x2014;air mata saya meleleh. Saat itu dengan lantang
Nagabonar bertanya mengapa jenderal besar ini tetap saja melakukan
gerakan hormat sedangkan ribuan mobil yang melewati ruas jalan tersebut
acuh. &#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Atau tengok saja adegan kala Nagabonar berdialog dengan Bonaga.
Nagabonar berkata bahwa pantas saja Bonaga tak bisa menjelma menjadi
laki-laki lembut dan romantis, pasalnya sejak kecil Bonaga tak pernah
mendapat kasih sayang seorang ibu. Tapi justru dididik oleh seorang
Nagabonar yang keras dan mantan copet. Sebuah pengakuan lugu bapak
kepada anaknya. Dan Bonaga pun hanya bisa termangu kelu...&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Banyak cetusan-cetusan menggelitik ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://onlysenja.multiply.com/journal/item/2/nagabonar_jadi_2</guid>
<pubDate>Sun, 8 Apr 2007 06:51:27 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>its me</title>
<description>gatal juga melihat ada beberapa teman yang tidak bisa saya kunjungi
secara intens karena mereka punya &#x22;rumah&#x22; yang berbeda dengan saya.
jika sebelumnya rumah saya di onlysenja.ngeblog.net sudah sangat nyaman
dan kerap jadi tempat ngumpul untuk mendiskusikan sesuatu sambil ngopi
ataupun ngeteh--plus aneka kudapan-- kini di rumah kedua ini, saya juga
ingin berbagi beranda plus tempat duduk dengan teman-teman sekalian.
semoga nyaman nongkrong bersama saya di sini yaaa......</description>
<guid isPermaLink="true">http://onlysenja.multiply.com/journal/item/1/its_me</guid>
<pubDate>Sun, 8 Apr 2007 06:50:14 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>